Sabtu, 09 Februari 2013

Menyikapi buruk sangka



 

Tentang berburuk sangka itu hendaknya kita menghindari berburuk-sangka terhadap orang lain,diri sendiri dan Yang Maha Kuasa.sebaliknya,berbaik sangkalah terhadap tiga pihak ini:Positivity triangle,istilahnya.Amatlah sayang jika kita telah berusaha,berdo’a ,dan beramal sungguh=sungguh,namun hati masih membatin,memikirkan dan berkata’Ya allah,aku sudah melakukan ini dan itu,sudah bersyukur,dan sudah berbaik-sangka,tapi nasibku kok masih begini-begini saja?”Yang sebenarnya,ia belum bersyukur kepada-Nya.Kalaulah ia benar-benar bersyukur dan berbaik-sangka ,mustahil ia membatin begitu.Bahkan,gara-gara ia membatin dan berkata’tapi’itu,maka berkuranglah bobot do’a dan amalnya selama ini.Mungkin saja,do’a akan terkabul dua-tiga bulan lagi.Namun,gara-gara kata’tapi’ itu,tertundalah semuanya.Sayang banget gak sih??(layaknya anda memuji orang lain,maka perhatikan pujian yang diiringi dengan kata “tapi” itu hanya menyakitkan hati)Saya yakin anda sependapat dengan saya bahwa Allah itu Maha Baik dan Maha mengetahui .Pastinya,dia tidak pernah telat,dia selalu on-time.Right?lha sudah tahu begitu,yah percayakan saja semua kepada-Nya.Tugas kita hanyalah berusaha,berdo’a,dan beramal,yang disertai dengan berbaik- sangka kepada-Nya.

            Karena kita hidup bersosialisasi maka kita perlu menanamkan rasa berbaik-sangka bukan berburuk-sangka bahkan dari kecil sangat mentukan untuk kita ke depan dalam menyikapi masalah,maupun memecahkan masalah,maka dari itu mulai dari sekarang budayakan positive thinking.

0 komentar:

Posting Komentar

 
blue's icont worldz Blogger Template by Ipietoon Blogger Template