Tentang berburuk sangka itu hendaknya kita
menghindari berburuk-sangka terhadap
orang lain,diri sendiri dan Yang Maha Kuasa.sebaliknya,berbaik sangkalah
terhadap tiga pihak ini:Positivity
triangle,istilahnya.Amatlah sayang jika kita telah berusaha,berdo’a ,dan
beramal sungguh=sungguh,namun hati masih membatin,memikirkan dan berkata’Ya
allah,aku sudah melakukan ini dan itu,sudah bersyukur,dan sudah
berbaik-sangka,tapi nasibku kok masih begini-begini saja?”Yang sebenarnya,ia
belum bersyukur kepada-Nya.Kalaulah ia benar-benar bersyukur dan berbaik-sangka
,mustahil ia membatin begitu.Bahkan,gara-gara ia membatin dan
berkata’tapi’itu,maka berkuranglah bobot do’a dan amalnya selama ini.Mungkin
saja,do’a akan terkabul dua-tiga bulan lagi.Namun,gara-gara kata’tapi’
itu,tertundalah semuanya.Sayang banget gak sih??(layaknya anda memuji orang
lain,maka perhatikan pujian yang diiringi dengan kata “tapi” itu hanya
menyakitkan hati)Saya yakin anda sependapat dengan saya bahwa Allah itu Maha
Baik dan Maha mengetahui .Pastinya,dia tidak pernah telat,dia selalu
on-time.Right?lha sudah tahu begitu,yah percayakan saja semua kepada-Nya.Tugas
kita hanyalah berusaha,berdo’a,dan beramal,yang disertai dengan berbaik- sangka
kepada-Nya.
Karena kita hidup bersosialisasi
maka kita perlu menanamkan rasa berbaik-sangka bukan berburuk-sangka bahkan dari kecil sangat mentukan untuk kita ke
depan dalam menyikapi masalah,maupun memecahkan masalah,maka dari itu mulai dari
sekarang budayakan positive thinking.
0 komentar:
Posting Komentar