Sabtu, 09 Februari 2013

Rahasia kekayaan Abdurrahman bin Auf dan Usman bin Affan





 

Abdurrahman bin Auf lahir 10 tahun setelah tahun gajah.Berasal dari Bani Zuhrah,ia berkerabat dengan Usman bin Affan dan Sa’ad bin Waqqas.Setelah hijrah ke Madinah,ia dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi.Ketika di janjikan harta oleh saudara barunya,ia malah bertanya”Di manakah pasar?”Ia meminta saudara barunya itu membeli sepetak tanah yang kurang berharga terletak di samping pasar.Kemudian tanah itu ia tawar-tawarkan kepada khalayak.Siapa saja boleh berdagang di tanah itu secara cuma-cuma ,tanpa perlu membayar sewa.Hanya saja,apabila memperoleh keuntungan,ia menghimbau agar diberikan bagi hasil seikhlasnya.Para pedagang menyambut gembira tawaran tersebut.
Tak makan waktu yang lama,ia pun keluar dari kemiskinan,bahkan menjadi sahabat nabi terkaya,yang kelak mewarisakan harta senilai triliunan rupiah.Usahanya mencapai Mesir dan Syiria.Alih-alih dinikmati sendiri,ia memanfaatkan keuntungan usahanya untuk menyantuni keluarga,sesama,dan agama.Pernah ia menjual tanah seharga puluhan ribu dinar,yang kemudian ia bagi-bagikan kepada Bani Zuhrah,istri Nabi,orang-orang fakir dari kalangan muhajirrin dan anshar.Sementara itu diriwayatkan pula oleh Al-Jarah bin Minhal,”wahai Ibnu Auf,engkau orang kaya,dan engkau tidak akan masuk surga kecuali dengan berdesak-desakkan.Pinjamkanlah harta engkau kepada Allah,maka Allah akan membuka belenggu kaki engkau”(dicuplik dari kitab Sunan An-Nasai karya An-Nasai)tapi hadits ini hanya mengingatkan Abdurrahman bin Auf untuk selalu selalu bersedekah di jalan Allah.     
Usman bin Affan lahir pada 574 Masehi dari golongan Bani Umayyah.Diriwayatkan oleh Imam Muslim,Aisyah pernah bertanya kepada nabi,”Abu Bakar masuk,tapi engkau biasa saja dan tidak memberi perhatian khusus.Akan tetapi,ketika Usman masuk,engkau terus duduk dan membetulkan pakaian.Mengapa?”Nabi pun menjawab,”apakah aku tidak segan terhadap orang yang malaikatpun segan kepadanya.Ini menarik,kalau Umar ditakuti oleh setan,maka Usman disegani oleh malaikat!.Saat perang tabuk ,Usman menyedekahkan 1000 ekor unta,70 ekor kuda,ditambah 1000 dirham,yang nilainya sama dengan sepertiga biaya yang diperlukan untuk peristiwa tersebut.Pernah pula ia membeli sumur dari kaum lain seharga 200.000 dirham yang kemudian sumur itu ia sedekahkan untuk kepentingan khlayak.Suatu ketika,Madinah mengalami paceklik.maka datanglah kafilah dagang Usman dari negeri syam.Kafilah itu terdiri dari 1.000 ekor unta yang membawa bahan makanan.ustman bertanya:”apa yang kalian inginkan?”.’engkau tahu apa yang kami inginkan.juallah barang dagangan itu kepada kami’,jawab seorang pedagang
Usman bertanya,”berapa keuntungan yang aku dapat dari kalian?”setelah berdiskusi panjang lebar.akhirnya,usman menerangkan”Allah memberiku keuntungan sepuluh dirham.apakah kalian berani membriku lebih dari sepuluh dirham?”karena tak ada yang menjawab maka usman kembali menerangkan,”kalau begitu ,saksikanlah bahwa semua bahan makanan yang aku bawa ini aku sedekahkan kepada fakir miskin dan penduduk Madinah yang  membutuhkan.ini aku lakukan karena allah semata”.
                               
                                               

0 komentar:

Posting Komentar

 
blue's icont worldz Blogger Template by Ipietoon Blogger Template